Lokakarya Pendidikan Universal

2 min read

Mamuju – Sebanyak 4 Desa yang ada di Kabupaten Mamuju menjadi desa percontohan program pendidikan universal untuk semua anak. Pada tanggal 26 hingga 27 September 2019, 3 dari 4 Desa tersebut telah melaksanakan lokakarya demi tercapainya pendidikan universal bagi semua anak yang berlangsung dimasing-masing desa, diantaranya, Desa Botteng Utara Kecamatan Simboro, Desa Pamulukang Kecamatan Kalukku dan Desa Bunde Kecamatan Sampaga.

Pelaksanaan program pengembangan model pendidikan universal bagi semua anak di desa dilaksanakan atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Mamuju dengan Unicef Indonesia melalui Yayasan Karampuang. Adapun tahap awal, tim Pendidikan Universal Kabupaten Mamuju mendampingi desa untuk melaksanakan lokakarya.

Lokakarya dimulai dengan mengidentifikasi faktor penyebab anak tidak sekolah, anak putus sekolah dan anak rentan putus sekolah. Di Desa Botteng Utara penyebabnya, ada faktor ekonomi sehingga anak lebih memilih membantu orang tua di kebun dibanding ke sekolah, juga minimnya kesadaran orang tua atau dorongan orang tua untuk menyekolahkan anaknya, ada juga yang malas karena sekolah tidak menyenangkan, pengaruh pergaulan atau lingkungan, hingga kasus bullying.

“ada anak dalam data kami dia bersekolah, namun saat kita lakukan rekonfirmasi data, ternyata anak tersebut sudah tidak sekolah. Kita tanyakan kenapa tidak sekolah? Orang tuanya menjawab bahwa anaknya sudah besar, maksudnya kondisi fisik anaknya besar, sehingga kadang diejek sama temannya, oleh karena itu anaknya sudah tidak mau lagi datang sekolah.” Papar Syahril, Kepala Desa Botteng Utara.

Dari hasil identifikasi dan diskusi dalam lokakarya tersebut, kemudian lahirlah beberapa usulan program yang didorong untuk masuk dalam Rencana Kerja Pemerintahan Desa atau RKPDesa. Seperti, sosialisasi pentingnya pendidikan dalam bentuk pendidikan karakter dan parenting yang sasarannya orang tua dan anak, pendataan kembali anak yang telah dikembalikan kesekolah melalui program Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), updating Data Pembangunan Berbasis Masyarakat (DPBM) melalui android, dibentuknya PKBMDes dan sentra kegiatan remaja, Pengembangan tim tuntas wajib belajar 12 tahun baik pengurus maupun tupoksinya, bantuan perlengkapan sekolah dan transportasi anak ke layanan pendidikan serta pengurusan KIP bagi anak yang membutuhkan.

“usulan kita ini masih bersifat sementara, silahkan tim desa didiskusikan lebih lanjut, kalau misalnya kedepan masih ada usulan dari bapak ibu, silahkan ditambahkan, kami selaku tim kabupaten selalu siap mendampingi. Kalau ada yang urjen, teman-teman desa bisa menghubungi kami. ” Kata Muzakkir, selaku tim Pendamping Kabupaten dari Bapepan Mamuju.

Diakhir kegiatan, seluruh peserta yang hadir menyepakati untuk bersama-sama menuntaskan anak tidak sekolah sehingga tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak mendapatkan pendidikan. Kesepakatan tersebut ditandai dengan manandatangani petisi komitmen bersama untuk penuntasan anak tidak bersekolah yang berlangsung serentak di 3 desa. Adapun 1 desa pilot lainnya yaitu Desa Dungkait Kecamatan Tapalang Barat, dijadwalkan akan melangsungkan lokakarya pada tanggal 1 sampai 2 oktober 2019.

Unsur yang terlibat dalam lokakarya tersebut terdiri dari beragam elemen yang berkaitan dengan pendidikan universal, yaitu pemerintah desa, unsur tenaga pendidik dan kepala sekolah, tokoh pemuda, tokoh agama serta masyarakat. Yang mana pelaksanaannya didampingi oleh tim Kabupaten yang terdiri dari unsur pemerintah yakni Bapepan, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, Dinas PP dan KB, Dinas PP dan PA, serta Dewan Pendidikan. (dhl)

Sumber https://yayasankarampuang.or.id

Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *