Kondisi Umum Desa

Desa Bunde merupakan salah satu dari 7 desa di wilayah kecamatan Sampaga, yang terletak 1 KM ke arah Selatan dari Kantor kecamatan.
Desa Bunde mempunyai luas wilayah 1.474 hektar. Secara administratif terbagi dalam 11 dusun yaitu dusun Bunde, Rawasari, Girimulia, Wonosari, Sumpulolo’E, Rawamangun, Takosang, Takosang Tengah, Bone Barru, Takosang Utara dan dusun Takosang Selatan. Terdiri dari 24 RT (Rukun Tetangga) dan 11 RW (Rukun Warga).

Adapun batas-batas wilayah desa Bunde adalah:

Sebelah Utara :  Desa Tarailu
Sebelah Selatan :  Desa Toabo Kec.Papalang
Sebelah Timur :  Desa Tanambuah
Sebelah Barat :  Desa Sampaga / Desa Bonda

Berdasarkan data kependudukan per Desember 2019, penduduk desa Bunde sebanyak 4.350 jiwa atau 1.224 KK. Dengan rincian penduduk laki-laki sebanyak 2.200 orang dan perempuan 2.150 orang.
Desa Bunde yang terletak pada dataran tinggi merupakan desa yang cukup Panas. Dengan suhu rata-rata udara 29 derajat celcius sampai dengan 31 derajat celcius. Memiliki potensi alam yang tinggi dibidang pertanian. Hal ini dapat dilihat dari mata pencaharian penduduk desa Bunde yang sebagian besar sebagai petani

Desa Bunde memiliki lahan pertanian dengan luas 1.262 ha/ m² dari luas wilayah 1.5745 ha/ m². Terbagi dalam 700 Ha lahan persawahan dan 562 Ha lahan ladang Perkebunan
Dimana pertanian desa Bunde dapat dikatakan cukup baik, hal  itu terlihat masih banyaknya lahan yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain itu di dukung juga oleh keadaan tanah Desa Bunde yang cukup subur. Sehingga potensi pertanian di desa Bunde  sangat prospektif untuk kedepannya.
Sebagian besar  masyarakat Desa Bunde memiliki mata pencaharian sebagai petani. Sehingga terdapat banyak komoditas yang mereka tanam sesuai dengan kebutuhan mereka. Komoditas pertanian yang terdapat di desa Bunde antara lain: komoditas padi, Kakao, Sawit, Kelapa, Pisang, cabai, dan sayur mayur. Dari sejumlah komuditas tersebut, komoditas utama adalah padi dan Kakao.
Pola tanam pertanian di desa Bunde pun sangat beragam , ada pola tanam secara monokultur ada juga yang pola tanam secara polikultur.
Pola tanam merupakan suatu urutan tanam pada sebidang lahan dalam satu tahun. Pola tanam terbagi dua yaitu pola tanam monokultur dan pola tanam polikultur. Pola tanam monokultur adalah pola tanam dengan menanam tanaman sejenis. Misalnya sawah ditanami padi saja atau Kakao saja. Tujuan menanam secara monokultur adalah meningkatkan hasil pertanian. Sedangkan pola tanam polikultur ialah pola tanam dengan banyak jenis tanaman pada satu bidang lahan yang terusun dan terencana dengan menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik, termasuk didalamnya masa pengolahan tanah.